Kopiku sepinggang gelas, hanya
ingin mencelup jari di kental sisa.
Lalu, di atas taplak itu kutulis namamu.
Kaligrafi paling rapi, kerinduan paling sepi.
Kopiku direguk urung, gelas pecah dalam lambung.
Saat kalut; namamu rampung kusebut.
Cibiru, 26 Februari 2011

